KETAHANAN PANGAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DAN PETANI DESA NANJUNGAN
KETAHANAN PANGAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DAN PETANI DESA NANJUNGAN
Pertambahan penduduk dan tingginya pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan permintaan terhadap pangan, energi, dan air. Pemenuhan kebutuhan akan permintaan-permintaan tersebut perlu mendapatkan perhatian bersama, sehingga ketahanan terhadap pangan, energi, dan air merupakan keniscayaan. Sebagai salah satu peran penting dalam kehidupan manusia, ketahanan pangan menjadi prasyarat mutlak.
Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi, ketahanan pangan diwujudkan melalui keberlanjutan sistem irigasi, melalui pengembangan hingga operasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi.
Pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.
Negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan secara merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal.
Adapun bentuk program ketahanan pangan yang ada di Desa Nanjungan
1. Budidaya tanaman sayur sayuran oleh kelompok ibu PKK dan Budidaya ikan lele dikelolah 4 Kadun
Optimalisasi pemanfaatan perkarangan desa yang didukung oleh kepala desa Nanjungan Bambang Herawanto, SE demi meningkatkan ketahanan pangan bidang pertanian melalui budidaya tanaman sayur sayuran. Metode yang digunakan pertama itu ketua PKK melakukan penyuluhan: sosialisasi program, pelatihan, pengadaan benih tanaman dan sharing bersama. Hasil pengabdian ini adalah perubahan masyarakat untuk memamfaatkan lahan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman sayur- sayuran. semangat untuk meningkatkan ketahanan pangan program pertanian melalui tanaman sayur_sayuran, membangun Rumah Pangan Lestari Sayuran di masing_masing lahan perkarangan rumah. Tanaman yang sudah bisa di panen, menjadi olahan masakan bagi ibu rumah tangga yang berada di desa Nanjungan kecamatan Pinoraya.
Budidaya Ikan Lele Desa Jondang
Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di desa Nanjungan tepatnya di 4 titik lokasi kadun melalui budidaya ikan lele. Tujuan dibentuknya kelompok budidaya ikan lele ini adalah untuk memberdayakan ketahanan pangan tingkat keluarga yang ada di desa Nanjungan.
2. Kelompok Tani Tebat Baghu
kamis tanggal 21 Juli 2022 telah diselenggarakan musyawarah
pembentukan atau peresmian kelompok tani perikanan di lokasi Tebat Baghu Desa Nanjungan Kecamatan Pinoraya. Dihadiri beberapa warga setempat terdiri dari Kepala Desa,
Koordinator Penyuluh, Perangkat desa, mahasiswa UNIB dan perwakilan petani setempat.
Pada kesempatan ini Ketua YU'IT menyampaikan sambutan yaitu mendoakan semoga dengan terbentuknya kelompok tani perikanan ini bisa tercapai apa yang menjadi tujuan bersama.
Selanjutnya dalam sambutannya Kepala Desa Bambang Herawanto menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya antas terbentuknya kelompok tani perikanan Tebat Baghu yang ikut memberikan pelayanan kepada petani dan memajukan pembangunan pertanian.
Musyawarah bersama untuk mufakat pembentukan Kepengurusan kelompok tani perikanan sudah terbentuk yang akan ditindaklanjuti pengukuhan oleh kepala desa. Masa bakti disepakati secara bersama, diakhir masa jabatan wajib melaksanakan reorganisasi.
Dilanjutkan dengan sambutan Penyuluh Pertanian bahwa kelmpok tani dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai. Kepengurusan dibentuk terdiri dari Ketua, dan 19 anggota..
Fungsi dibentuknya kelmpok tani sebagai wahana belajar, wahana kerja sama, wahana produksi.
Ciri kelompok tani yang sehat dan mandiri yaitu
- Ada pertemuan rutin, pemulukan modal, administrasi, usaha bersama, mampu memenuhi kebutuhan anggota, mampu menggali potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
- Terlaksananya hak dan kewajiban anggota.
- Pembagian tugas pengurus sesuai kewenangannya dan dukungan penuh dari anggota akan menjadi organisasi yang Maju, Mandiri dan Modern.
Sambutan dari Koordinator Penyuluh yaitu menekankan perlengkapan yang harus dimiliki kelompok tani antara lain AD/ART, SKT dan Badan Hukum sebagai organisasi yang legal.
Kelompoktani bisa berkembang harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat administrasi.
Hasil kesepakatan pertemuan sebagai berikut :
- Nama Kelompok Tani : Tebat Baghu
Desa : Nanjungan
Ketua : YU'IT
Anggota : 19 Orang
Usaha : Ikan Nila, Gabus, lele
Luas Kolam : P. 300 M, L. 60 M
Berdiri Tahun : 1942
Pembina : Kepala Desa
3. Rehap Jalan Sentral Produksi
Dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat Desa Nanjungan dalam bidang pertanian tentunya harus ada faktor penunjang yang memadai salah satunya pembangunan akses jalan yang dapat menyentuh langsung ke lahan pertanian sehingga memudahkan para petani dalam mengakomodasi hasil pertanian sehingga biaya transportasi lebih ringan, dalam hal ini pemerintah desa Nanjungan kecamatan Pinoraya kabupaten Bengkulu selatan , menyambut baik dengan adanya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022, amanat dari Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 Pasal 5 huruf (b) program ketahanan pangan dan hewani dua puluh persen (20%) dari Dana Desa, hasil musyawarah desa yang dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dana Pemerintah Desa Nanjungan bersepakat untuk Anggaran dua puluh persen dari Dana Desa di gunakan untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) dengan tujuan membantu para petani dalam menunjang percepatan perekonomian masyarakat pasca pandemi yang sudah terlalu menguras energi seluruh elemen bangsa selama dua tahun ini.
Dalam hal ini Kepala Desa Nanjungan Bambang Herawanto, SE mengatakan hasil Pembangunan tersebut sudah mencapai seratus persen (100%) saya secara pribadi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah menggelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hususnya untuk Desa Nanjungan Kecamatan Pinoraya. Anggaran Dana Desa untuk pembangunan Rehap Jalan Sentral Produksi desa Nanjungan dengan besaran Rp. 83.466.100

Komentar